Wednesday, July 29, 2009

Ketapang - Lampung Province

Menilik Budidaya Rumput Laut di Laut Keruh
Ketapang - Lampung Selatan
oleh. fdawidodo

Akhirnya sampai juga di Ketapang, Lampung Selatan setelah mengalami perjalanan lebih dari 2 jam pakai mobil. Daerah yang dulu pernah kukunjungi (sekitar 6 tahun lalu) tidak banyak mengalami perubahan terutama suasana pesisir dengan panorama laut yang selalu keruh sepanjang waktu.



Daerah Ketapang yang secara administratif berada di Kabupaten Lampung Selatan ini merupakan wilayah pesisir dengan penduduknya yang bermatapencaharian sebagai nelayan. Sudah sekitar 2 tahun belakangan ini, penduduk telah memiliki mata pencaharian alternatif, yakni mengusahakan wilayah pesisirnya dengan budidaya rumput laut. Saya sendiri sangat heran akan adanya usaha ini. Padahal, menurut pemahaman yang saya miliki, rumput laut atau seaweeds tidak akan mau tumbuh dan berkembang pada perairan yang notabene memiliki visibilitas rendah alias keruh. Ehm...luar biasa. Saya pun jadi tertarik untuk mengamati aktivitas mereka dari mulai pemasangan bibit, penanaman, hingga perlakuan hasil panen.

Dari hasil diskusi, ternyata usaha ini merupakan suatu program pemerintah daerah dari Dinas Kelautan dan Perikanan Kab Lampung Selatan dan merupakan suatu usaha kelompok nelayan. Untuk rumput laut yang telah dibudidayakan sendiri merupakan jenis Euchema cottonii, karena jenis lain seperti Gracilaria sp, Euchema spinosum, Sargassum sp, dan lainnya tak mampu tumbuh dan berkembang pada lingkungan perairan yang bervisibilitas kurang dari 10 cm ini!!

Untuk prosesi penanaman, sebelum bibit terpasang di tali plastik, terlebih dahulu tali plastik disucihamakan dengan bantuan sinar matahari dan pencucian untuk membebaskan dari parasit atau organisme lain (jenis moluska) yang nantinya akan mengganggu jalannya budidaya. Setelah tali untuk tempat diikatnya bibit bersih, maka beberapa bagian tali diberi pelampung yang umumnya hanya berupa botol plastik bekas kemasan air mineral.



Gambar 1. Hanya berupa tali plastik dan beberapa buah botol plastik sebagai pelampung inilah yang menjadi modal dasar beberapa kelompok nelayan melakukan usaha budidaya rumput laut

Setelah tahap awal persiapan tali plastik dan komponen awalnya, maka selanjutnya dilakukan pemasangan bibit rumput laut yang biasanya merupakan usaha pemisahan beberapa kg dari hasil panen yang didapat.





Gambar 2. Sungguh pemandangan yang menyenangkan melihat gurauan para ibu dan bapak warga pesisir Ketapang sembari melakukan pemasangan bibit rumput laut

Setelah rumput laut yang bakal menjadi bibit terpasang pada tali plastik, maka waktunya pemasangan untaian-untaian bibit tersebut pada areal lahan yang telah disediakan dan jaraknya pun tak jauh dari areal tempat tinggal mereka. Areal yang menjadi tempat pembudidayaan rumput laut ini relatif cukup luas, hampir 5 Ha luasnya. Di beberapa tempat dari areal ini telah ditancap beberapa tiang kayu sebagai tempat pemasangan bibit yang terikat pada tali plastik.




 Gambar 3. Disinilah tempat bersemayamnya bibit rumput laut yang akan dibudidayakan bergantung



Setelah menunggu selama 35 - 45 hari, maka saat yang dinantikan para pembudidaya tiba. Panen rumput laut yang diidam-idamkan pun terjelan sudah. Karena kondisi perairan yang relatif keruh, penampakkan morfologi rumput laut yang didapatpun agak sedikit berbeda jika dibandingkan dengan rumput laut pada perairan jernih. Biasanya, rumput laut hasil panen di Ketapang ini berwarna coklat kehitaman sehingga tidak menarik bagi para pembeli yang biasanya datang sendiri di areal penanaman ini. Untuk mengatasi penampilan yang buruk dari rumput laut hasil panen, masyarakat telah memiliki cara tersendiri guna menyulap warna rumput laut dari coklat kehitaman menjadi putih kehijauan. Ada beberapa jalan yang digunakan untuk itu, antara lain dengan :
  • Fermentasi, cara ini dilakukan dengan membungkus hasil panen dengan lembaran plastik transparan dan kemudian dijemur di bawah terik matahari selama 1 - 3 hari. Cara ini terbilang unik, setelah melewati penjemuran maka warna rumput laut yang semula coklat kehitaman akan menjadi putih kehijauan.
  • Perendaman dalam larutan kapur (CaCO2). Cara ini dilakukan dengan melakukan perendaman hasil panen dalam larutan kapul sirih selama 1-2 hari, setelah proses perendaman maka warna coklat kehitamanpun rontok dan rumput laut hasil panen sekarang menjadi hijau.





Gambar 4. Fermentasi dan perendaman hasil panen rumput laut dilakukan untuk mendapat hasil panen yang menarik untuk dilihat.



Gambar 5. Tempat penyimpanan sementara yang kelak akan menjadi tempat penyimpanan hasil panen rumput laut di Ketapang, Lampung Selatan


Setelah semuanya hasil panen kering, maka langkah selanjutnya adalah penyimpanan untuk sementara pada gudang penyimpanan dan untuk kemudian hasil budidaya tersebut dikirimkan pada pelanggan yang umumnya berasal dari Jawa. Agaknya, hasil yang didapat di daerah Ketapang ini belumlah dapat mencukupi kebutuhan pasar akan rumput laut kering berkualitas. Tapi, semuanya telah dimulai sekarang. Wilayah yang notabene tidaklah cocok untuk budidaya rumput laut, kini telah disulap menjadi tempat menyenangkan dan penuh pengharapan dari sekelompok nelayan pesisir Lampung Selatan ini. Semoga untuk ke depan akan menjadi lebih baik.



kredit foto: fdawidodo