Tour de Krakatau
Waktu yang kunantikan akhirnya jatuh dihadapannku. Setelah penantian beberapa hari, saatnya keberangkatan menuju gugusan Krakatau demi merayakan satu peristiwa yang mungkin agak prematur saatnya. Review kembali letusan Krakatau Tua 27 Agustus 1883 tahun ini lebih dimajukan lagi, kemungkinan tibanya Bulan Ramadhan di Bulan Agustus agaknya menjadi faktornya. Gak papa, yang penting bisa ke Krakatau lagi.
Pukul 06.20 WIB
Kupacu semog sekencang-kencangnya untuk bergabung dengan rombongan yang mungkin telah jemu menunggu. Maklum, tak terbiasa bangun terlalu pagi. (hehehehe...). Setelah mendapat kendaraan roda empat, akhirnya meluncurlah rombongan menuju Bakauheni tempat seluruh peserta berkumpul.
Pukul 07.40 WIB
Olalala...ternyata bukan di pelabuhan Bakauheni melainkan di Tugu Siger (Chicken Mess) Bakauheni tempat pembukaan dan berkumpulnya para pencinta Krakatau. Padahal, hasrat ini menginginkan segera naik kapal dan terus menuju gugusan Krakatau yang kuidamkan. 2 kali penampakkan gak bersahabat selama perjalanan kami, 2 truk mlumah dan terjengkang...hmm..gak nyaman pokoknya. Selang tak berapa lama, terkumpulah semua peserta dari beragam golongan dan bangsa di Tugu Siger yang tahun ini merayakan ultah juga yang I...
Pukul 11.30 WIB
Nah, saatnya bergegas menuju target utama. Seperti tahun laluk, Ferry Windu Karsa menjadi tumpuan dan sandaran kami untuk mendapatkan momen di gugusan Krakatau tahun ini. Lebih kurang 13 knot dengan kecepatan arus laut mencapai 3 m/det, melajulah si Ferry ke arah Krakatau.
Pukul 12.55
Mendebarkan, itulah kesan yang entah keberapakalinya ketika kami menatap gugusan Cagar Alam Laut dengan luas mencapai 13.735 Ha dan sekaligus sebagai World Heritage ini. Sayup-sayup kudengar teriakan-terikan heboh beberapa tamu yang terkagum melihat bentangan alam dihadapan kami. Agaknya Si Anak Krakatau gak mau ketinggalan, begitu melihat kami mendekat maka dilontarkanlah beratus-ratus kubik material debu vulkanik ke udara..."Hai manusia...selamat datang di kediamanku"...katanya...(12.58 wib). Yah, mungkin berton-ton tephra terlontar ke udara ketika kapal kami mendekati kediaman sang krakatau. Begitupun ketika kami melewati sang induk Anak Krakatau, Rakata, iapun serta merta melontarkan kembali tephra ke udara (13.01 wib) dan diakhiri dengan keseleknya si Anak Krakatau (hehehe...)...13.11 wib.
Ketika kami terkagum-kagum atas sambutan antusias dari Anak Krakatau, sekonyong-konyong dari arah Tenggara ferry, melompat dan berjumpalitan di udara sahabat Anak Krakatau, Longnose dolphin (Stenella longirotris). Mungkin ada sekitar 6-12 ekor si akrobater air melintasi ferry yang kami tumpangi. Beberapa tamu menjerit girang melihat kejadian langka ini (13.20 wib). Ketika sedang girang-girannya kami, terdengar dentuman dasyat dari arah depan ferry. Aih, si Anak Krakatau juga tergirang-girang melihat teman sepermainannya, tak tanggung-tanggung ia semburkan abu vulkanis keabuan ke udara...(13.22 wib). Tak lama berselang, diiringi dengan riuh tepuk tangan, para akrobater tersebut meninggalkan areal gugusan Krakatau dengan lontaran abu vulkanis sebagai kata selamat jalan dari Anak Krakatau (13.29 wib) yang dilanjutkan sebanyak dua kali hingga temannya menghilang ke arah matahari tenggelam (13.37 wib dan 13.04 wib).
Selang beberapa saat setelah kemunculan beberapa sahabat mamalia laut tersebut, rombongan nelayan dari pulau tetangga gugusan Krakatau (Pulau Sebesi) menyambut kedatangan kami yang diikuti dengan gemuruh gempita Anak Krakatau (13.56 wib). Abu vulkanis dalam satuan tephra ini lebih dasyat dibandingkan tadi. Suaranya pun luar biasa indah...Mungkin Bom di JW Marriot pun kalah oleh keindahan suara Anak Krakatau. Semua pengunjung pun merasa takjub mendengar dan melihat kejadian ini...Sungguh elok karena kejadiannya berulang-ulang...(14.20 - 14.22 - 14.24 - 14.30 wib). Hingga akhirnya kembali sunyi kembali...
Pukul 14.31 WIB
Dan akhirnya, semuanya memang harus berakhir. Dengan diiringi semburan tephra ke udara (14.38 wib dan 14.40 wib), melenggoklah ferry kami menuju pelabuhan Merak untuk menghantar beberapa pengunjung yang berasal dari dataran Jawa.
Krakatau in actions on August 26, 2009
started at 12.30 WIB to 15.00 WIB
- Ledakkan Pra Paroksimal berjeda 1 - 6 menit pada pukul 12.58 - 13.44 WIB
- Ledakkan Paroksimal terjadi pada pukul 13.56 WIB
- Ledakkan Post Paroksimal berjeda 2 - 8 menit pada pukul 14.20 - 14.40 WIB
Krakatau Islands on August 26, 2009
No comments:
Post a Comment